Yuk Jalan-Jalan ke Surabaya dan Madura

Liburan ke kawasan Jawa Timur, pelancong bisa lihat Jembatan Suramadu di Surabaya lalu menyeberang ke Madura. Ada banyak obyek wisata menarik di dua kota tersebut. Setelah baca-baca obyek wisata di wilayah Surabaya, akhirnya saya putuskan tuk menyeberang ke pulau Madura naik sepeda motor yang telah saya pesan. Transportasi telah didapat, cus memakai google maps selaku panduan menuju pulau Madura yang sekalipun belum pernah saya kunjungi.

Surabaya dan Madura

Rencana awal ialah menuju Gili Labak, tapi rencana tinggal rencana sebab saya tersesat di Sampang. Hari makin sore, akhirnya saya balik mencari destinasi wisata lebih dekat dari lokasi saya berada. Siapa duga Pulau Madura memiliki pesona wisata yang barangkali kalah tersohor oleh Gili Labak. Pesona pariwisata ini bernama Air Terjun Toroan yang punya keunikan. Aliran airnya langsung menuju laut amat cocok dinikmati ketika matahari terbenam.

Air terjun ini berada di Desa Ketapang Daya, Sampang, Madura. Kira-kira 100 km dari pusat Kota Surabaya alias 3 jam berkendara. Cukup sulit menemui air terjun ini sebab tak adanya papan petunjuk di daerah lokasi. Setelah tiba Desa Ketapang Daya, waktunya bersosialisasi dengan para warga setempat, pastinya dengan maksud tuk menanyakan lokasi air terjun ini. Tak disangka para warga di Madura begitu ramah, malah ingin mengantar dan menemani saya segera ke lokasi air terjun itu.

Matahari telah terbenam dan hari makin gelap. Maka saya putuskan tuk menyudahi memandangi keindahan sunset di Air Terjun Toroan lalu mencari warung makan bersama-sama penduduk setempat yang telah bersedia mengantar dan menemani. Tuntas makan si bapak segera pamit pulang, dan saya diberitahu bila ada penginapan satu-satunya di sini. Karena hari makin malam, saya pun segera menuju homestay yang dimaksud.

Yang menjadikan saya shock ialah, seluruh kamar di penginapan itu penuh. Sedikit mengumpulkan keberanian, lantas saya putuskan tuk kembali ke Kota Surabaya kala itu juga. Akses di Pulau Madura cukup sepi, apalagi ketika malam. Setelah mengganjal bahan bakar motor yang kosong sampai penuh, saya tancap gas dengan destinasi Surabaya atau cari penginapan dimanapun di jalanan itu. Setelah berkendara kira-kira 2 jam atau 75 km, sampailah di Kota Bangkalan.

Akhirnya saya mendapat penginapan di kota ini dengan tarif yang bikin saya kaget, yaitu Rp 60.000 per malam dengan akomodasi 1 tempat tidur, bathroom, TV juga kipas angin. Masih sangat murah dengan fasilitas yang diperoleh. Selalu ada hikmah setiap kejadian yang didapat. Siapa sangka ketika menginap di Bangkalan dan bercengkarama dengan resepsionis penginapan, saya diberitahu bila di Bangkalan ada tempat wisata yang cukup bagus, yakni Bukit Jaddih.

Bukit Jaddih awalnya ialah tempat penambangan kapur yang lama-kelamaan ramai dikunjungi sebab keindahannya. Cukup mudah menemui wisata ini, karena memang semua penduduk setempat telah banyak yang tahu. Cukup bayar Rp 5.000 buat parkir motor, kita bisa menikmati keeksotisan hamparan tanah kapur yang dapat dinikmati dari atas puncak bukit Jaddih. Secuil tips dari saya tuk menikmati keindahan Bukit Jaddih, datanglah ketika pagi hari sebelum pukul 10.00. Karena bila siang hari, panasnya menyengat dikarenakan tak adanya pepohonan.

Puas menikmati panorama Bukit Jaddih, saya melanjutkan perjalanan ke Surabaya. Rupanya kota Surabaya dari Bangkalan sudah lumayan dekat. Cuma 45 menit sampai di Jembatan Suramadu sudut Madura yang tentu kembali berhenti tuk sekedar mengabadikan momen di jembatan penghubung antar pulau tersebut. Sambil menikmati satu cangkir kopi di tepi Jembatan Suramadu. Menjelang malam saya kembali meneruskan perjalanan ke Surabaya, dan memang sensasi kala melintasi jembatan suramadu saat terbenam ini terasa unik. Kita bisa merasakan keindahan kota Surabaya yang kian menyalakan lampu serta semburat awan senja.

Tiba di ujung Jembatan Suramadu sisi Surabaya, langit telah gelap dan jembatan pula terlihat makin cantik dengan dinyalakannya lelampuan yang jelas saja tak saya sia-siakan tuk diabadikan. Puas merasakan indahnya malam Jembatan Suramadu, saya segera menuju penginapan yang memang telah saya pesan jauh-jauh hari hingga saya meninggalkan kota Surabaya besok

Pukul 05.30 saya sudah tiba di pintu masuk Pantai Kenjeran Lama, tapi loket masih menutup karena mungkin saya terlalu pagi datangnya. Sehabis menunggu kira-kira 10 menit, ada ibu-ibu pekerja yang barusan datang dan membuka loket. Cukup bayar Rp 5.000 sebagai tiket buat masuk ke pantai ini dan dapat menikmati keindahan sunrise di Pantai Kenjeran Lama. Matahari merangkak naik dan hari pun makin siang. Saya pun balik lagi ke penginapan tuk beres-beres, mandi lalu check out serta balik lagi ke tempat peminjaman motor di Trminal Purbaya, karena emang jadwal liburan saya telah usai hari ini dan pulang ke rumah.

One thought on “Yuk Jalan-Jalan ke Surabaya dan Madura”

Leave a Reply

Your email address will not be published.